Minggu, 18 Agustus 2013

Filosofi di Balik Tradisi Lomba 17 Agustus

Masih hangat momen HUT-RI ke-68 Tahun 2013 di lingkungan sekitar kita. Banyak tradisi yang dilakukan guna memeriahkan hari Kemerdekaan Indonesia ini, mulai dari lomba-lomba tradisional sampai hiburan modern. Tapi tahukah kita, ternyata ada filosofi dibalik tradisi 17-an ini. Berikut informasi yang admin kutip dari beritasatu.

Semua orang pasti akan lancar menyebutkan permainan apa saja yang sering dilombakan setiap tanggal 17 Agustus. Namun, sedikit orang yang memahami filosofi di balik setiap permainan tersebut.

"Di aneka lomba ada banyak wisdom. Di balik permainan ada cerita dan filosofinya," ujar sejarahwan dan budayawan JJ Rizal saat ditemui di Taman Cattleya, Jakarta, Sabtu (17/8).

Namun sayangnya generasi muda tidak mengetahui filosofi permainan khas 17-an seperti balap karung, engrang, maupun makan kerupuk. Bahkan para orang tua pun juga tidak tau apa filosofi yang terkandung.

"Mereka tahu balap karung, tapi tidak tahu filosofi dibaliknya, ada penjelasan penting, ada nilainya. Dibalik permainan ada cerita. Sayangnya sekarang pun orang tuanya juga tidak tahu apa filosofinya. Harus ada kerja nasional yang memperkenalkan berbagai filosofi permainan," tambahnya.

Padahal menurut Bang JJ, sapaan akrab JJ Rizal, adalah ada hal menarik yang membuat sejumlah permainan ini tetap dilombakan hingga sekarang.

"Misalnya main jangkungan atau engrang itu untuk menghina kolonialisme Belanda. Mereka main engrang untuk mengejek orang jangkung (Belanda). Lalu balap karung itu mengingatkan masa susah saat dijajah Jepang. Mayoritas pakaian pakai karung goni," kata dia.

Lomba makan kerupuk dianalogikan sebagai simbol pangan. "Dulu susah cari pangan, makanya lombanya tangan di belakang. Ada tarik tambang mengenai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas," kata dia.

Menurut Bang JJ, sudah seharusnya seluruh elemen masyarakat mengenal kembali nilai-nilai yang terkandung dalam perlombaan 17-an kepada generasi muda.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia wajib mengenalkan melalui dunia pendidikan," tutupnya.

Sumber : beritasatu

Bagikan

Jangan lewatkan

Filosofi di Balik Tradisi Lomba 17 Agustus
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan Isi Komentar Anda!
Sebisa mungkin saya akan menanggapi dan membalas komentar, berkunjung ke blog atau situs anda.
NO SPAM, NO SARA! Thanks