Jumat, 06 Agustus 2010

Terungkap Sudah, Misteri Candi di Bawah Laut

Misteri Candi di Bawah Laut kini terungkap sudah. Sebenarnya sudah dari hari sejak mencuatnya berita tentang keberadaan Candi di Bawah Laut bebrapa hari yang lalu, namun karena laptop kesayangan saya terinveksi mallware karena membuka blog lain untuk mencari berita, sehingga update berita ini tidak bisa segera saya posting.

Ternyata keberadaan Candi di Bawah Laut itu benar adanya, namun tidak seperti yang difikirkan kebanyakan orang bahwa candi tersebut adalah peninggalan purbakala. Candi tersebut sengaja dibangun dan bagian dari proyek konservasi terumbu karang sejak tahun 2000, namun baru ditenggelamkan pada tahun 2005.

Namun setelah ditelusuri, itu adalah candi buatan yang ditenggelamkan lewat proyek sejak tahun 2000 oleh para para pecinta lingkungan yang terdiri dari warga lokal dan ekspatriat, dengan donasi swadaya dan bantuan AUSAID.

Mereka prihatin pada kondisi koral yang hancur akibat bahan peledak yang digunakan pencari ikan. Bekas bangunan candi bentar yang salah satunya berupa gapura itu ditenggelamkan pada tahun 2005.
Hal tersebut dikatakan Paul M Turley, pemilik Sea Rover Dive Center yang mengambil foto-foto kontroversial tersebut, seperti dilansir situs the Jakarta Globe. Candi buatan yang diberi nama Taman Pura itu dibangun mulai tahun 2005 pada kedalaman 15-29 meter.

Penjelasan tentang hal itu bisa diikuti di situs www.globalcoral.org dan divingathletic.com. Proyek yang dirintis sejak tahun 2000 itu sengaja dibuat untuk merevitalisasi terumbu karang di Pemuteran yang rusak. Di lokasi itulah Taman Pura berdiri.

Proyek ini bermula dari keprihatinan warga sekitar termasuk para ekspatriat, melihat terumbu karang yang rusak oleh perilaku pencari ikan yang menggunakan bahan peledak.

Proyek pertama dilakukan oleh Dr Thomas Goreau dan Profesor Wolf Hilbertz yang bekerja sama dengan sejumlah penyelam. Mereka membangun tempat perawatan koral pertama di depan Pondok Sari Hotel.

Proyek yang dinamai The Karang Lestari Project ini terus dikembangkan dengan donasi pebisnis lokal, hotel-hotel, toko-toko penjual alat-alat menyelam maupun USAID. Diharapkan, proyek ini dapat menarik minat turis sehingga dapat memperbaiki ekonomi warga Pemuteran. (sumber : kompas.com)

Terlanjur dikenal, Candi di bawah laut tersebut sekaligus dipromosikan oleh pemerintah sebagai wisata alam bawah laut.hmm..

"Yang saya pikirkan, kalau memang orang suka, lebih baik suruh orang nonton ke bawah," kata pengamat arkeologi, Prof Dr Mundardjito, Kamis (5/8/2010).

Menurut pria berusia 74 tahun ini, objek wisata di bawah laut masih berpotensi dan layak dikembangkan di Indonesia. Pemerintah harus lebih peka terutama dalam hal pelestarian situs-situs bersejarah.

Sebagai contoh, pencarian harta karun di kapal kuno yang tenggelam di laut. Hal itu juga bisa dijadikan sebagai tempat cagar budaya.

"Jangan diangkat semua barang-barangnya. Sebagian saja, sisanya dibiarkan di bawah dan dijadikan taman wisata biar orang bisa lihat," sarannya.

Berita heboh soal candi ini muncul pertama kali lewat twitter. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sempat tertarik dan hendak memeriksa keaslian foto.

Salah seorang fotografer selam, Paul Turley, 43, mengaku kaget dengan pemberitaan soal candi ini. Dia langsung tertawa ketika tahu bahwa sebagian kalangan menganggap itu adalah situs bersejarah. Sebabnya, foto-foto yang beredar di Twitter adalah hasil jepretannya dari kegiatan menyelam di Taman Pura.

"Ketika saya dengar soal berita itu, saya tertawa," ucap Turley di Daily Telegraph. (sumber : detik.com)

Semoga ini bisa menjelaskan semuanya!

Bagikan

Jangan lewatkan

Terungkap Sudah, Misteri Candi di Bawah Laut
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan Isi Komentar Anda!
Sebisa mungkin saya akan menanggapi dan membalas komentar, berkunjung ke blog atau situs anda.
NO SPAM, NO SARA! Thanks